Ahad, 29 Ogos 2010

Tanda-Tanda Besar Hari Kiamat

Insyaallah, dilampirkan bersama ringkasan-ringkasan mengenai Tanda-Tanda Besar Hari Kiamat, berserta dali-dalinya. Wallahu'alam semoga bermanfaat hendaknya.

1. Perang Akhir Zaman
“Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan satu musuh dari belakang mereka”.(Hadits shahih yang diriwayatkan Imam Ahmad)

2. Munculnya Imam Mahdi
Nama: Muhammad bin Abdullah Al Mahdi Al Fathimi Al Quraisy
Keturunan: Rasulullah sallahi’alaihi wassalam
Bangsa: Quraisy

Penjelasan ciri-ciri beliau:
i) Beliau menetap di bumi antara 7 sampai 9 tahun, memerangi musuh Islam dan fitnah Dajjal

ii) Munculnya Imam Mahdi di masa perjanjian damai antara kaum muslimin dengan Bani Ashfar (Rom), hingga akhirnya mereka mengkhianati kaum muslimin, selanjutnya beliau menjadi pemimpin tertinggi dalam seluruh pertempuran berikutnya

iii) Beliau keluar menuju Makkah dan dikejar-kejar oleh satu pasukan dari umat Muhammad hingga apabila sampai di sebuah tempat yang bernama Al Baida, pasukan itu ditelan oleh bumi.

iv) Beliau muncul saat wafatnya seorang khalifah, kemudian Kemudian Imam Mahdi dibai’at oleh kaum muslimin antara sudut ka’bah dan maqom Ibrahim.

Nasihat Rasulullah salallahu’alaihi wassalam:
“Jika kamu melihatnya, maka berbai’atlah walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al Mahdi”. (HR. Ibnu Majah, shahih)


3. Perang Melawan Semenanjung Arabia dan Melawan Persi (Iran)

Kamu akan memerangi semenanjung Arabia lalu Allah akan menaklukkannya untukmu. Setelah itu Persia (Iran), dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian Rum, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu akan memerangi dajjal, dan Allah akan menaklukkannya untukmu”.(HR. Muslim)


4. Pengkhianatan Rum dan Penaklukan Rom

Rasulullah SAW bersabda, “Kemudian akan terjadi perdamaian antara kamu dan Bani Ashfar (Rum), tetapi kemudian mereka mengkhianati perjanjian itu dan datang kepadamu dengan membawa 80 bendera, dan tiap-tiap bendera diikuti sebayak 12.000 orang. (HR. Bukhari)
Bangsa Roma ditaklukkan setelah penaklukkan Konstantinopel (HR. Ahmad : 2/176).



5. Al-Malhamah Al-Kubra

Ini merupakan pertempuran terdahsyat yang terjadi antara kaum muslimin dengan Romawi. Dalam pertempuran ini kedua belah pihak bertempur tidak lagi menggunakan senjata modern, namaun hanya menggunakan kuda dan pedang. Karena seluruh senjata modern telah musnah dalam peristiwa perang besar akhir zaman (Armageddon). Pertempuran besar (Al-Malhamah Al-Kubra) terjadi di sebuah daerah yang bernama Ghutah dekat Damayskus, dimana tempat itu menjadi pusat kaum muslimin saat itu. Perang ini dipimpin langsung oleh Imam Mahdi. Kaum Rum bergerak menuju Syiria dan turun dikota A’maq atau Dabiq, dalam sebuah kumpulan tentara dengan 80 bendera, setiap bendera terdapat 12.000 tentara. Perang Al-Malhamah Al-Kubra ini terjadi selama 4 hari berturut-turut. 1/3 dari kaum muslimin melariakn diri dari pertempuran, yang mana dosa mereka tidak akan diampuni oleh Allah SWT. Dan 1/3 lagi kan mendapatkan syahid, dan sisanya yang 1/3 akan mendapatkan kemenangan yang mana mereka tidak akan tersesat untuk selama-lamanya.


6. Penaklukan Konstantin tanpa pedang dan panah
Rasulullah salallahu’alaihi wassalam bersabda, “Apakah kalian pernah mendengarkan suatu kota yang sebagiannya terletak di darat dan sebagiannya di laut? Para sahabat menjawab, “Pernah wahai Rasulullah. Beliau SAW berkata,”Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga ia diserang oleh 770.000 oramg Bani Ishaq. Ketika mereka telah disana maka mereka-pun memasukinya. Mereka tidak berperang dengan senjata dan tidak melepaska 1 anak panah-pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaaha Illallah wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu. Kemudian mereka berkata kedua kalinya Laa Ilaaha Illallah wallahu Akbar, maka jatuhlah bagian yang lain. Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaaha Illallah wallahu Akbar, maka terbukalah semua bagian kota itu.(HR. Muslim)


7. Munculnya Dajjal

Penjelasan ciri-ciri Dajjal:
i) Tubuh gemuk

ii) Kulit merah

iii) Rambut kerinting dan lebat

iv) Buta sebelah dan tersembur keluar seperti anggur

v) Dekat dahi ada tertulis ka fa ra.

vi) Hidup Dajjal untuk menyebar fitnah adalah 40 hari; Satu hari pertama seperti 1 tahun, satu hari kedua seperti 1 bulan, satu hari ketiga seperti sepekan, dan hari berikutnya seperti hari-hari biasanya.

8. Turunnya Nabi Isa ’alaihi wassalam dan Berperang Melawan Yahudi dan Dajjal
Nabi Isa akan turun ke dunia di menara timur Damsyiq, disaat kaum muslimin hendak mengerjakan shalat berjama’ah. Turunnya Isa dengan diapit oleh dua malaikat yang mengenakan dua pakaian yang dicelupkan dengan minyak waras dan za’faran. Setelah mengerjakan shalat, beliau memimpin perang melawan dajjal yang diikuti oleh 70.000 Yahudi.

Rasulullah salallahu’alaihi wassalam bersabda, “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka, sehingga bersembunyilah kaum Yahudi dibelakang batu dan kayu, lantas batu dan kayu itu berkata, “Wahai orang muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi dibelakang saya, kemarilah dan bunuh ia, kecuali pohon gharqad, karena ia termasuk yahudi”.(HR. Bukhari dan Muslim)


9. Peperangan dengan Turki
Ada yang berpendapat bahwa bangsa Turki saat ini adalah orang-orang China, Rusia, Jepang, Mongol, dan sejenis dengan mereka.

10. Munculnya Ya’juj dan Ma’juj
Mereka adalah keturunan Yafidz, ayah Tark dari nabi Nuh AS. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

96. Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
97. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), Maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (mereka berkata): "Aduhai, celakalah Kami, Sesungguhnya Kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan Kami adalah orang-orang yang zalim". (QS Al Anbiya’ : 96-97)

11. Wafatnya Nabi Isa dan Imam Mahdi

12. Masa-Masa Aman

13. Terbitnya matahari dari Sebelah Barat

Rasulullah salallahu’alaihi wassalam bersabda, “Tidak akan terjadi Kiamat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila matahari terbit dari barat maka berimanlah semua manusia. Maka saat itulah ketika iman seseorang tidak bermanfaat lagi bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu, atau dia sebelum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya”.(HR. Bukhari 13 : 81-82).

14. Keluarnya Binatang Melata yang dapat Berbicara

82. Dan apabila Perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami[1108].

Yang dimaksud dengan Perkataan di sini ialah ketentuan datangnya masa kehancuran alam. salah satu dari tanda-tanda kehancuran alam ialah keluarnya sejenis binatang melata yang disebut dalam ayat ini.

15. Tiupan Sangkakala dan Alam Semesta hancur

Sabtu, 28 Ogos 2010

GALAK (Sebelum berfikiran Negatif, bacalah dahulu)

Dalam teori medan kuantum, terdapatnya istilah "galak" atau diInggeriskan sebagai "Transformation". Pada mulanya saya menggunakan perkataan Penjelmaan, tapi setelah saya terbaca nota kuliah Prof Wan Ahmad Tajuddin, beliau menggunakan perkataan "galakan", kemudian difikirkan bahawa "transformation" untuk kes Teori Medan Kuantum yang akan kita bincangkan nanti, bukanlah mengenai penjelmaan sesuatu kepada sesuatu yang lain, tetapi ianya merupakan "galakan sesuatu dalam konsep fizik".


Kuantum Elektrodinamik
Bagi mengekalkan galakan setempat (local transformation) maka dicadangkan gandingan foton (atau tolok elektromagnetan) dengan elektron. Medannya mematuhi kumpulan simetri U(1) dan pemalar "fine strukture" adalah Abelian (bermaksud komutatif)

Kuantum Warnadinamik
Manakala bagi kes Tak Abelian (tidak komutatif), untuk fenomena medan yang mematuhi kumpulan simetri SU(3). Dalam hal yang sama, bagi mengekalkan galakan setempat, maka kuark dicadangkan ianya bergandingan dengan satu entiti yang mematuhi kebebasan asimptotik, dan entiti tersebut dianalogi seperti berpintal dan semakin jauh jaraknya (dua zarah kuark) semakin kuat keupayaannya, analogi tersebut seperti "gam" atau diInggeriskan sebagai "glue", namun penamaan zarah sememangnya di tambahkan dengan -on, maka terhasilah nama Gluon. Ianya mempunyai cas, tetapi yang lucunya adalah ianya dianalogikan dengan "warna" (merah, hijau, biru).

Waallahu'alam

Tak tahu nak letak tajuk apa, sebab terlampau "Risau"

Kerisauan saya ketika saya tua nanti, melihat akan generasi yang mendatang:

1) Kedapatan pelajar sekolah menengah beraliran Sains Tulen kurang, dan minat mereka terhadap subjek Sains pun merudum, adakah ini mungkin implikasi daripada pelaksanaan PPSMI? Cuba bayangkan pembangunan negara Malaysia tanpa atau kurangnya Sains & Teknologi!

Apa yang difahamkan oleh saya, anak-anak zaman sekarang sudah terdedah dengan kesan globalisasi berinternet yang mengubah minat mereka kepada "keseronokan internet" dan "kekayaan", maka aliran Ikhtisas seperti "Sains Sosial" dan "Perakaunan/Ekonomi" menjadi pilihan mereka di sekolah. Tambahan lagi, minda-minda mereka sekarang memikirkan aliran tersebut (Sains sosial dan Ekonomi) mempunyai peluang yang cerah untuk memasuki Universiti (IPTA atau IPTS) dan IPTS tumbuh seperti cendawan selepas hujan. Minda mereka telah diset "aku mahu berstatus graduan universiti", mereka tidak tahu bahawa kebanyakan kursus-kursus di IPTS, kebanyakannya tidak memiliki akreditasi MQA. Bukan setakat minda-minda anak-anak muda, malahan minda ibubapa di kampung pun juga terpengaruh dengan itu. "Yang penting, anak aku masuk U"

Minta maaf saya katakan di sini, bahawa hal ini terjadi disebabkan oleh perlaksanaan PPSMI, yang menyebabkan pelajar yang ada potensi dalam bidang Sains malas nak memahami subjek tersebut melalui medium bahasa Inggeris.


2) Subjek Sejarah disekolah, bukan lagi subjek wajib untuk SPM. Manakala, masa pengajarannya pun dikurangkan. Adakah kita ingin melahirkan generasi masa depan kita, "Lupa daratan", "Tak kenang budi", "Tak kenal asal-usul", "Bangsat" (bangsat, bermaksud musafir yang tidak tahu asal-usul atau sejarah diri). Anak bangsa kurang penerapan mengenai Sejarah Awal Negara, mulai tak tahu peranan Perlembagaan Negara, sudah leka hak-hak bangsa sendiri dan bangsa lain dan mungkin alpa akan sejarah Kenabian dan awal Islam.

Saya risau, generasi akan datang tidak segan silu untuk menjual maruah agama, bangsa dan negara untuk kepentingan diri dan kemodenan semasa (kononnya terpengaruh dengan doktrin moden semasa). Graduan doktor lari berkhidmat di negeri jiran, enjin jet pejuang tiba-tiba berada diluar negara. Aduh...


3) Pelaksanaan Pendidikan Jasmani di sekolah kurang berkesan, malahan ambil endah tak endah. Sekadar beri bola dan terus sepak. Kenapa saya risau mengenai ini: 1) Budak-budak sekarang lebih cenderung bermain daripada membebel di dalam kelas, tambahan pula subjek PJK adalah subjek yang tidak tersenarai dalam peperiksaan SPM. Maka berlakulah budaya "exam-based". 2) Saya ada bertemu dengan seorang kenalan yang melakukan penyelidikan mengenai Diet, kecergasan dengan pencapaian pembelajaran di sekolah, beliau memaklumkan bahawa pelajar yang kurang cergas dan obesiti adalah antara pelajar kurang menyerlah dalam Pembelajaran dan Kepimpinan, dan juga beliau mengaitkan dengan peranan subjek PJK dalam memberikan kesedaran diet dan kecergasan terhadap pembelajaran. Kecergasan sememangnya ada hubungkait dengan kecerdasan. Tak hairanlah Rasulullah salallahu 'alahiwassalam menyarankan kita supaya mengajar anak kita "memanah", "berenang" dan "bermain kuda" dalam hadist shahihnya. Sememangnya Rasullullah salallahu'alaihi wassalam benar, lagi dibenarkan.


4) Seterusnya, subjek Pendidikan Islam. Ini subjek yang agak sedih untuk saya jelaskan di sini.

Tiada penerapan nilai-nilai Islam yang berlaku ke dalam diri pelajar-pelajar. Tak hairanlah berlaku kehamilan merata-rata, di sekolah seluruh Malaysia. Kita tidak pun membincangkan mengenai peranan subjek "Pendidikan Islam" untuk membentuk anak-anak muda.Kebimbangan saya adalah, akan tersemat di hati anak-anak muda adalah "Bahawa Islam tidak mampu berperanan apa pun, sekadar anutan dan rutin kerohanian seharian semata-mata", itulah yang lebih menakutkan bagi saya, dan itu adalah masalah Akidah. Jika rosak akidah, tak tahulah saya bagaimana generasi akan datang nanti? Wallahu'alam. Itu belum mengambil kira, penerapan "akhlak" lagi.

Adakah pembaca pernah terfikir akan Hasil Pembelajaran (atau Learnig Outcomes, ringkasannya LO) daripada subjek Pendidikan Islam. Persoalannya adakah ia berkesan? atau sekadar memperolehi gred A bagi subjek tersebut untuk PMR atau SPM? Pernah tak kita bertanya mengenai fekah semasa kepada mereka? Pernah kita bertanyakan mengenai akhlak Rasulullah salallahu'alaihi wassalam kepada mereka?

Secara peribadinya, realiti LO nya ialah lulus dalam peperiksaan. Hehehe... Pelaksanaannya di sekolah bagaimana?


RISAUNYA SAYA KETIKA BERSARA NANTI



Wallahu'alam...

Insyaallah, anak-anak kita nanti

video

Anak kecil ini memperlihatkan kebolehan beliau menghafal beberapa surah daripada al-Quran. Saya tertarik dengan sifat anak kecil ini yang agak pemalu, masih kecil sudah ada sifat mulia iaitu "malu"




video

Manakala anak kecil ini pula menghafal beberapa surah daripada al-Quran. Lebih menarik lagi, anak kecil ini berbangsa Melayu. Saya tertarik juga, ketika anak kecil ini menegur Ustaz Kazim mengenai beberapa masalah Tajwid, jadi silalah menonton




video

Antara tiga video yang dilampirkan, video inilah yang paling saya suka dan membuat saya tersenyum melihat kecomelan anak kecil ini. Demi Allah, saya kagum dengan anak kecil ini menjawab beberapa soalan-soalan mengenai Akidah, Syariat, Fekah dan Sirah. Anak kecil ini menjawab setiap soalan yang diajukan dengan lancar dan sangat comel sekali, anak kecil hafizahullah (Dalam peliharaan Allah)

Antara soalan yang membuat saya kagum ialah:

Di manakah Allah?, Siapakah "madhu bi'alaihim"? Siapakah "dhalliin"? Siapakah firqah (cabangan atau pecahan kumpulan) yang mengatakan Al-Quran adalah ciptaan? Siapakah alim yang menafikan masalah tersebut?

Anak kecil ini mengutamakan Tauhid dan membenci Syirik. Mengikut Sunnah dan membenci Bida'ah.

Semoga kita dalam rahmat Allah, sangat tersentuh akan video-video di atas.

Barakallahu fiikum

Khamis, 26 Ogos 2010

Agenda Mesyuarat di Akademi Sains Malaysia

Pukul 12.40am, saya bertolak ke Akademi Sains Malaysia (ASM) untuk menghadiri mesyuarat mengenai tindakan lanjutan daripada hasil lawatan, seminar dan perbincangan tertutup dengan Prof Robert (lupa nama akhirnya) daripada Pakatan CMS (Compact Muon Solenoid) salah satu pengesan di Large Hadron Collider (LHC). Mesyuarat tersebut diadakan pada pukul 2.30pm.


Dipengerusikan oleh Prof Dato' Dr. Muhamad Rasat Muhamad FASc. Turut hadir adalah Prof Abdul Halim Shaarie (UPM), Prof Wan Ahmad Tajuddin (WAT) dari UM, Prof Madya Hasan Abu Kassim (UM) dan ahli mesyuarat adalah lebih kurang 20 orang.


AGENDA-AGENDA MESYUARAT

1) Agenda mesyuarat dimulakan dengan pengesahan MOU diantara ASM-CERN oleh ahli mesyuarat. Secara ringkasnya daripada MOU tersebut, universiti-universiti dan institut penyelidIkan di Malaysia akan berkerjasama dengan CERN melalui pendekatan:

i) Menghantar pelajar-pelajar Malaysia ke Summer School di CERN
ii) Menghantar pelajar Phd atau Pasca doktorat ke CERN untuk melakukan penyelidikan di bawah seliaan pakar daripada CERN.
iii) Menghantar saintis ke CERN untuk tujuan penyelidikan dan kerjasama.

Saluran tersebut mestilah melalui Akademi Sains Malaysia, dengan kata lain, ASM akan menjadi pengkoordinat kerjasama tersebut dalam hal-hal pengurusan sahaja. Hasil daripada penambahbaikkan oleh ahli mesyuarat, maka mesyuarat mempersetujui perkara-perkara yang terkandung dalam perjanjian tersebut, dengan sedikit penambahbaikkan dan cadangan.


2) Perbincangan mengenai cadangan projek penyelidikan telah diputuskan supaya diadakan satu "bengkel" untuk membina satu cadangan untuk projek penyelidikan tersebut. Maka Agensi Nuklear Malaysia (ANM) telah dicadangkan oleh ahli mesyuarat untuk menjadi pengkoordinat bagi penyelidikan tersebut. Maka inisiatif telah diperbincangkan dan diambil iaitu:

i) 4hb Oktober, akan diadakan bengkel dan tindakan selanjutnya akan dimaklumkan nanti. Bengkel ini akan dianjur oleh ANM, dengan kerjasama ASM. Bengkel tersebut akan membentuk satu Kumpulan Fizik Zarah Kebangsaan (nama tersebut akan diperbincangkan nanti). Dicadangkan juga, penyelidik-penyelidik akan dibahagikan kepada: 1) Pakatan CMS (experimen) 2) Kumpulan Fizik Teori Zarah 3) Elektronik dan Pengkomputeran.

(Seingat sayalah, sebab buku catitan saya tertinggal di pejabat sekarang, hehehe...)


ii) 5hb Oktober akan diadakan seminar berkenaan Penyelidikan Fizik Tenaga Tinggi dari KEK, Jepun. Wakilnya akan ke Malaysia untuk tujuan perbincangan dan kerjasama. Seminar tersebut akan berlangsung di UM. (Tindakan UM, kerjasama ANM)


iii) 6hb Oktober, akan diadakan seminar berkenaan kesedaran Teknologi Nuklear di Agensi Nuklear Malaysia. (Tindakan ANM sahaja)


3) Agenda yang paling ditegaskan dalam mesyuarat tersebut adalah, siapkan perancangan dan kertas cadangan untuk tujuan permohonan peruntukan daripada perbelanjaan RMK nanti. Permohonan peruntukan tersebut masih ada dua bulan lagi.


4) Dibincangkan juga, kemungkinan yang boleh diperketengahkan lagi untuk menghantar pelajar ke Summer School di CERN. Dimaklumkan bahawa pembiyaan bagi seorang pelajar untuk ke program tersebut untuk dua bulan, adalah sekitar 12,000-15,000 Euro. (Nanti saya periksa buku catitan saya)

5) Dimaklumkan juga bahawa Kumpulan Pemceut Zarah dari Universiti Osaka juga ingin berkerjasama dengan penyelidik-penyelidik daripada Malaysia. (Tiba-tiba saya berasa kagum dengan Malaysia, sehinggakan dapat perhatian daripada masyarakat penyelidik Dunia)


6) Selain itu, mesyuarat sekadar membincangkan mengenai "Apa itu CMS" dan mengenai teknikal dan keadaan di CERN


Mesyuarat selesai dan bersurai pada pukul 4.00pm

Isnin, 23 Ogos 2010

The Lost City of Kota Gelanggi

Sejak akhir-akhir ini, penemuan Arkeologi di Kota Gelanggi telah mulai mekar dan merebak menjadi isu kepada masyarakat madani dan secara tak langsung ia menyemat secara halus akan ancaman kepada keselamatan dalam negeri.


Kota Gelanggi, apakah itu? Sila klik di sini


Maka, ini lah jawapan daripada Pejabat Penyandang Kursi Tun Ghaffar Baba, Profesor Datuk Dr. Zainal Kling juga seorang Profesor dalam bidang Antropologi dan Sosiologi masyarakat Alam Melayu.


Saya percaya tuan-tuan dan puan-puan telah membaca kiriman emal dari Dato Prof (dipadamkan namanya, untuk tujuan baik) yang dihantar oleh (di padam namanya, untuk tujuan tidak menghasut), mantan Ketua Pengarah (di padam nama institutnya, untuk tujuan baik) dan wakil Malaysia ke Vienna.



Bagi pihak Kluster Sejarah, Warisan dan Sosio-budaya, Majlis Profesor Malaysia (MPN) saya ingin menyatakan kita sedang memberi perhatian kepada paparan lalpran "The Lost City of Kota Gelanggi Archeological Find" yang kini digunakan oleh pihak luar dan asing serta parti politik anti-Bumiputera untuk menyanggah kebumiputeraan Melayu di Malaysia. Kita tidak mempunyai laporan lengkap tentang tulisan ini. Namun kita akan membahas serta menyanggah tulisan itu secara ilmiah dan akademik untuk memaparkan kebenaran sejarah yang berasaskan kajian sains arkeologi serta perdebatan ilmiah.



Untuk permulaan, antara maklumat yang disebutkan ialah:

1. Kerajaan Johor dan Malaysia menutup kebenaran kajian Kota Gelanggi itu kerana penemuan kajian itu memaparkan fakta bahawa kerajaan Melayu adalah sebenarnya keturunan Hindu dari kerajaan Chola India pada abad 12M yang datang menakluk Tanah Melayu.(Sebenarnya, penaklukan itu diingati oleh bangsa Melayu sebagai Raja Suran dalam Sulatussalatin (Sejarah Melayu). Raja Suran dalah berkait pula dengan kerajaan Buddha Sriwijaya di Sumatera pada abad 7-13M yang menurunkan kerajaan Melayu. Balasan kita ialah: masyarakat dan sejarawan Melayu tidak pernah menafikan kehadiran keturunan Hindu-Buddha sebagai punca kerajaan Melayu. Malah kita menjadikannya sejarah bangsa Melayu. Tetapi raja-raja Melayu menerima sejarah global yang jauh lebih awal dari sekadar Chola India pada abad ke-12 itu. Dari sudut kerajaan di India, fahaman Melayu ialah mereka adalah keturunan dari Iskandar Zulkarnain dari Yunani (Mekadonia), yang menakluk Parsi, India dan Mesir pada 326 SM(BC). Justeru itu, semua raja Melayu baik di Malaysia, Brunei dan Indionesia adalah keturunan dari Iskandar Zulkarnain, raja yang lebih agung dari sekadar Raja Chola yang menjadi sebahagian dari turunan itu.

2. Raja Suran yang menakluk beberapa kerajaan di Tanah Melayu itu melahirkan kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera yang menjadi punca keturunan Raja-raja Melayu di seluruh Alam Melayu melalui perkahwinan dengan puteri Raja Melayu, Demang Lebar Daun dengan 'perjanjian' atau 'waad' antara mereka untuk mengahwini puteri Demang Lebar Daun dan memberi pemerintahan kepada keturunan Raja Suran. Legenda waad antara Demang Lebar Daun, Raja Melayu dengan keturunan Raja Suran itu adalah suatu bahan gagasan perundangan dan perlembagaan kerajaan yang amat penting. Untuk pertama kali dalam sejarah wujud gagasan 'social contract' antara raja dan rakyat Melayau yang mengangkatnya sebagai 'Yang Dipertuan' - 'yang dijadikan Tuan'. Sebab itu semua raja Melayu dipanggil "Yang Dipertuan" oleh bangsa Melayu keraja mereka mempunyai waad dengan rakyatnya untuk sentiasa memelihara dan tidak memfadhihat rakyat Melayu. Social contract itu berlaku lama sebelum King John yang zalim, di England menerima Magna Carta (great charter) yang menjadikannya raja berperlembagaan di England pada tahun 1215 M.

3. Meskipun raja Melayu dari turunan raja suran berkahwin dengan puteri Demang Lebar Daun, maka pastilah keturunan itu telah 'masuk Melayu' atau 'jadi Melayu' melalui perkawinan dan tidak pernah keturunan raja Suran itu dikatakan berkahwin dengan puteri dari India. maka jadilah raja itu raja Melayu. Walau bagaimanapun, meskipun Raja itu berasal dari India sebagai turunan Iskandar Zulkarnain, keadaan itu tidak menjadikan negera Melayu sebagai negara India. Seperti mana juga kerajaan India adalah dari keturanan Mogol (Genghis Khan) menurunkan Akbar the Great yang Muslim maka itu tidak menjadikan negara India sebagai negara Mogol atau Tartar. Begitu juga China yang mempunyai emperor dari keturunan Mogol Kublai Khan yang juga Muslim dan menubuhkan Yuan Dynasty tidak menjadikan China sebagai negara Mogol atau dapat dikatakan orang Mogol mendahului orang Cina di China. Jadi tuduhan bahawa turunan raja Chola adalah orang India adalah serong dan salah. Inilah yang dikatakan sebagai 'false conclusion' dalam kajian. Bangsa Melayu tetap berkuasa walaupun keturunan raja asalnya asing. Sepertimana juga Prince Philip, Duke of edinburg, England sebagai suami Queen Elizabeth, sekarang adalah keturunan Greek-Danmark tidak menjadikan England atau Britain itu Greek ataupun Danemark. Britain tetap British.

4. Makalah ringkas itu mengutip beberapa patah perkataan Melayu yang berasal dari bahasa sanskrit sebagai bukti bahawa bangsa India telah dahulu datang ke Alam melayu. Inipun adalah pandangan yang amat dangkal dan serong serta salah dari sudut ilmu bahasa dan dinamika perubahan bahasa. Tidak ada bahasa dalam dunia kini yang tulin, jitu atau bersih dari pengaruh kosa kata asing termasuk bahasa China apa lagi bahasa Inggeris dan semua bahasa dunia. Ambil sahaja satu halaman kamus bahasa Inggeris, kita akan temui banyak kata asing di dalamnya. Bahasa Melayu juga telah memperkaya bahasa Inggeris dengan memberikan kata-kata 'amuk' dan 'latah' dan agar-agar. Bahasa China sudah pasti penuh dengan kata-kata asing terutama tentang konsep 'buddhism' yang datang dari India ataupun istilah teknologi moden yang datang dari Amerika. Jadi untuk menjadikan kosa kata sebagai bukti kahadiran bangsa asing di Alam Melayu adalah pandangan yang amat cetek serta dangkal dan salah.

5. Dengan mengaitkan sebuah legenda yang amat kabur tentang Kota Gelanggi yang berasal dari buku sejarah tulisan bangsa Melayu, tentang asal usul bangsa Melayu dan menuduh pula kerajaan Melayu/ Malaysia ingin menutup kebenaran sejarah, pada sejarah itu selamanya sejarah itu dijunjung oleh bangsa Melayu, adalah suatu penemuan yanag jahil, tidak ilmiah serta serong. Sekaligus tulisan itu mempunyai niat jahat, evil dan satanic. Ia mendedahkan suatu konspirasi bahawa terdapat golonganorang asing yang menggunakan institusi pengajian asing dan mungkin disokong oleh kerajaan asing dengan subahat ilmuan dalam negara yang berniat menghapuskan kedaulatan Malayu di negeri Melayu. Malaysia adalah Malay State (Malay + sia). Sia- adalah kata-kata yang bermakna state (negera) seperti dalam Indonesia, Micronesia, Polynesia, Konsep malaysia sebagai neghara Melayu telah lama digunakan sejak Hose Rizal, di Filipinan ingin menamakan negara Filipinan sebagai 'Malaysia' pada hujung abad 19. Kemudian konsep itu digunakan oleh para pengkaji Alam Melayu di Eriopah dan sejarawan R. Emerson yang menulis buku sejarah 'Malaysia: study in Indirect Rule' di Tanah Melayu.

6. Dari sudut kajian ilmiah, makalah tentang Kota Gelanggi itu adalah 'exercise in futility' yang penuh dengan 'spurious and tendentious conclusions' serta 'completely unscientific' dan mengandungi motif 'devilish and demonic politics'. Data-datanya adalah 'a collection of desparate statements without any logical validity and sound reasoning with defensible conclusion'.

7. Rakan-rakan yang mempunyai laporan ini selengkapnya, harap dapat emelkan kepada saya. Salam hormat. Profesor Datuk Dr Zainal Kling zainalkling@fsk.upsi.edu.my

Sabtu, 21 Ogos 2010

Itu adalah, itu adalah bintang

Menghadiri satu bengkel mengenai astronomi, seorang penceramah memaklumkan bahawa terdapat seorang ustaz yang mempelajari agama beraliran pondok (tradisional) dan ilmu falak, menyatakan bahawa kejadian "gerhana matahari" di angkasa memberi kesan yang tidak menyenangkan kepada aturan tabii bumi, dengan kata lain berkemungkinan akan berlakunya bencana alam yang buruk kepada kehidupan manusiawi di muka bumi. Beliau mengambil contoh dari tsunami di Acheh, gempa bumi Si Chuan dan banjir besar di China dengan fenomena-fenomena angkasa.

Setelah saya mendengar ceramah, berkata hati kecil saya "Itu adalah ilmu Nujum", tapi penceramah tersebut juga memaklumkan bahawa itu bukanlah ilmu nujum.

|Baik|

Nujum datang daripada perkataan An-Najm, bermaksud bintang. Adakah ilmu bintang ada di zaman Rasulullah salallahu'alaihi wassalam? Jawapannya "Ada" dan ia adalah amalan orang Arab jahiliyyah.

Terdapat satu hadist shahih ternukil dalam kitab Tauhid karangan Syeikhul Islam Muhammad Abdul Wahab, mengenai beberapa orang sahabat melihat bintang dilangit, kemudian sahabat menyatakan bahawa bintang tersebut yang memberikan petanda akan hujan di hari itu. Rasulullah salallahu'alaihi wassalam melarang akan sahabat tersebut beritikad dengan keyakinan tersebut, melarang keyakinan mengatakan bahawa bintang itu dan ini dikaitkan dengan sesuatu kejadian di bumi apatah lagi mengenai nasib seseorang atau horoskop (Wal-iyya'dzubillah).


Ilmu Nujum termaksud dalam larangan dalam hal-ehwal Tauhid, bermaksud sekiranya kita melaggari larangan tersebut, kita telah melakukan Syirik, sama ada secara Rububiyah (meyakini Rabb akan Allah, sebagai Tuhan) atau secara Uluhiyyah (meyakini Allah sebagai Ilah, atau sembahan sebenar-benar penyembahan).

Ketahuilah wahai pembaca diRahmati Allah, dosa Syirik adalah dosa yang paling besar disisi Allah, sehinggakan dinyatakan bahawa dosa Syirik adalah dosa yang tidak terampun. Nasihat saya kepada pembaca, cuba pembaca mencari dan mengumpulkan semua jenis-jenis bentuk Syirik, kemudian kita elakan daripada melakukannya, maka dengan kata lain kita telah melakukan keTauhidan kepada Allah 'azawajalla.

Tidak ada daya manusia untuk meramalkan kejadian masa depan, kerana ia adalah perkara ghaib, juga hal ini turut diakui dalam prinsip Simetri-CPT (C, Conjugate, P, parity dan T, time reverse). Apa yang kita sedia maklum, bahawa semua kejadian masa depan dalam pengetahuan Allah 'Azawajalla atau lebih sesuai digantikan kenyataan ayat tersebut dengan "Wallahu'alam"

Aljabar Adisimetri dalam Mekanik Kuantum

Sekiranya disebut Adisimetri, kita akan terbayang akan Teori Medan Kuantum Lanjutan, yang memberikan ramalan kewujudan zarah adirakan yang mengaitkan dengan spin integer dengan spin separa integer.

Tapi berbeza dengan aplikasi adisimetri dalam mekanik kuantum, atau nama manjanya iaitu Mekanik Kuantum Beradisimetri. Ia mempertimbangkan hubungan ruang Hilbert dan nilai eigen dalam penyelesaiannya.

Cubaan untuk melihat fenomena kes keupayaan kotak 3-matra. Apa yang ingin dilihat dalam kes tersebut ialah, menerbitkan ungkapan keupayaan adisimetrinya dan juga mencerap fenomena "degenerasi", adakah ia juga berlaku menerusi aplikasi prinsip Adisimetri tersebut.

Kita sekadar mempertimbangkan N=1 operator adisimetri (atau penjana adisimetri atau adicas) Q_a, Q_a^Digger. Kerana memperihalkan N=1 adalah lebih mudah sedikit daripada N=2 atau lebih (untuk makluman pembaca, bilangan operator adisimetri yang terbenar adalah hanya terhad kepada lapan sahaja, N=8, terkekang bagi kes ruangmasa 4-matra sahaja)


"N=1 Supersymmetric Quantum Mechanics: A Simple Box Potential Solution"


Wallahu'alam

Rabu, 18 Ogos 2010

Peperangan Ramadhan

1) Badar al-Kubra: 17 Ramadan 2 Hijrah
Pemimpin Peperangan: Rasulullah s.a.w.



2) Fathu Makkah: Tahun 8 Hijrah (Nabi s.a.w bergerak ke Mekah pada 14 Ramadan)
Pemimpin: Rasulullah s.a.w



3) Peperangan al-Buwaib: 13 Hijrah. Muslimin vs Farsi (Iran)
Khalifah: Amirul Mukminin Umar bin al-Khattab r.a
Panglima Perang: al-Mutsanna bin al-Harisah r.a



4) Pembukaan Andalus (Sepanyol): 92 Hijrah
Khalifah: Amirul Mukminin al-Walid bin Abdul Malik al-Umawi r.h
Panglima: Tariq bin Ziyad



5) Peperangan Bilatus Syuhada' (Lantai Para Syahid): 114 Hijrah. Muslimin vs Nasrani
Khalifah: Amirul Mukminin Hisyam bin Abdul Malik al-Umawi r.h
Panglima: Gabenor Abdul Rahman al-Ghafiqi r.h (terkorban dalam pertempuran)



6) Pembukaan 'Amuriah: 6 Ramadan 223 Hijrah. Muslimin vs Nasrani
Khalifah: Amirul Mukminin al-Muktasim billah al-Abbasi r.h
Panglima: Khalifah sendiri.



7) Peperangan Zallaqah: 10 awal Ramadan tahun 479 Hijrah. Muslimin vs Nasrani
Khalifah: Amirul Muslimin Yusuf bin Tasyifin, Khalifah kerajaan al-Murabitun, pemerintah Maghribi.
Panglima: Amirul Muslimin sendiri



8) Pembukaan Harim: Tahun 559 Hijrah (Ekspedisi Peperangan Salib)
Panglima: Nuruddin al-Zanki, Sultan Kerajaan Zankiah



9) Pembukaan Karak dan Sufad: Tahun 584 Hijrah.
Panglima: Sultan Salahuddin al-Ayyubi, Sultan Kerajaan Ayyubiah Solihiah



10) 'Ain Jalut: Tahun 658 Hijrah (Muslimin vs Mongol)
Panglima: Sultan al-Muzaffar Qutuz al-Mamluki, Sultan kerajaan Mamalik al-Bahriah
Penggerak Eskpedisi: Ruknuddin Baibars al-Bandaqdari (yg kemudiannya menjadi Sultan al-Malik Qasim Amirul Mukminin Al-Zahir Baibars al-Mamluki)



11) Pembukaan Antokiah: 14 Ramadan Tahun 666 Hijrah
Panglima: Sultan al-Malik al-Zahir Baibars al-Mamluki, Qasim Amirul Mukmini wa Sultan al-Syam wa Misr.



12) Peperangan Syaqhab: 702 Hijrah (Muslimin vs Mongol)
Khalifah: al-Mustakfi Billah al-'Abbasi r.h
Panglima: Sultan Muhammad bin Qalawun al-Salihi al-Mamluki r.h
Penggerak Ekspedisi: Syeikhul Islam Ibn Taimiah r.h.


Dipetik daripada karangan Ustaz Muhammad Asrie Sobri
Wallahu'alam

Ulama yang disayangi

Tulisan kali ini ingin memperkenalkan ulama Malaysia yang saya hormati dan sayangi. Prinsip yang saya letak kepada ulama ialah beliau mesti:

1) Berakidah Ahli Sunnah Wal Jama'ah, sepertimana orang terdahulu yang soleh berakidah (orang terdahulu yang soleh bermaksud Rasulullah 'alaihi wassalam, ahli keluarga beliau, para sahabat ridhwanullah ajma'in, tabi'in dan tabi'ut tabi'in)
2) 'Alim dalam bidang Tafsir, Shahih dalam bidang Hadist dan Atsar dan Faqih dalam bidang Fekah. Kefahaman tersebut seperti mana orang terdahulu yang soleh faham.
3) Meletakkan al-Quran dan Hadist lebih dari segalanya, mahupun kepentingan peribadi atau mengampu seseorang apatah lagi mengampu pemerintah.
4) Mengikuti arus zaman, mengetahui isu-isu semasa dalam atau luar negara.


Ulama yang saya maksudkan adalah Muhammad Asrie Sobri. Beliau al-fadhilatul Syeikh dilahirkan di Pulau Pinang, bersekolah di SMKA Al-Manshoor, Georgetown, Pulau Pinang, kemudiannya menyambung pembelajaran beliau di Institut Pengajian Tinggi Perlis (IPTIPS). Al-Fadhilatul Syeikh pernah bekerja di Jabatan Mufti Negeri Perlis sebagai Pembantu Penyelidik. Kemudian menyambung pengajian beliau ke Universiti Islam Madinah al-Munawwarah dalam bidang Dakwah dan Usuluddin dan masih mengaji di sana lagi.


Melihat kepetahan beliau memberikan kuliah, ceramah dan pandangan mengenai masalah-masalah tertentu dalam hal-hal akidah dan fekah, saya menyangka beliau berusia sekitar 35tahun dan ke atas, rupa-rupanya beliau masih berumur 23 tahun (19hb Julai 1987), ini yang menambahkan lagi kagum saya kepada beliau. Beliau memang Syeikhuna, Muhadditsin untuk rakyat Malaysia yang dahagakan kebenaran dalam hal-hal akidah dan fekah yang shahih. Mungkin ini anugerah Allah kepada rakyat Malaysia yang inginkan penyembahan kepada-Nya dengan sebenar-benar penyembahan. Ini dapat saya lihat dari rakan-rakan yang kurang berpengetahuan dalam agama tapi ikhlas kepada Allah untuk beribadat kepada-Nya dengan Shahih.

Setiap soalan yang diajukan, beliau menjawab dengan secara spontan, seperti komputer. Malahan soalan yang dijawab dikaitkan dengan dalil-dalil atau nash-nash al-Quran dan Hadist, juga dikaitkan dengan pendapat ulamaa-ulama mukatabar dan ulama-ulama mazhab, juga beliau mampu kaitkan dengan fakta-fakta dan isu-isu semasa dan sirah-sirah nabi dan ulama dan sejarh perkembangan Islam dan firqah-firqah yang lain. Allahuakbar, bersyukur kepada Allah akan hal ini, dengan pembersihan agama dari noda-noda fasik dan syirik. Tidak seperti ulama kontemporari atau ulama dari kumpulan-kumpulan atau parti-parti tertentu, kebanyakan daripada mereka memberi pendapat hanya semata-mata ra'yu (akal) atau pendapat sendiri, malahan kekadang tersasar daripada ajarang agama sebenar (Wal-iyya'dzubillah). Kemudian mereka berkeras dengan pendapat mereka (menegak benang yang basah), yang lebih menarik lagi mereka mendapat liputan daripada program-program agama di stesen-stesen televisyen.

Tapi tidak semua ulama tersebut yang begitu, ada yang tidak seperti demikian

Saya lampirkan bersama pautan kuliah-kuliah beliau dan juga tulisan-tulisan beliau Al-Fadhilatul Syeikh Muhammad Asrie Sobri hafizuhullah.


Kuliah

Blog 1

Blog 2

Facebook

Tulisan 1

Tulisan 2


Semoga bermanfaat

Waallahu'alam

Rabu, 4 Ogos 2010

Postulat 2

Pengenalan

Seterusnya kita akan diperhidangkan dengan Postulat ke-2 dalam Mekanik Kuantum, iaitu dalam pengukuran

Kebanyakan buku teks mekanik kuantum agak berterabur dalam menyusun bilangan postulat, jika dalam sebahagian buku teks Postulat ke-2 ini adalah postulat ke-5 dalam buku teks tersebut.

Jad saya menyusun sendiri postulat-postulat mekanik kuantum sendiri supaya pembaca lebih mudah untuk menghadamnya, tidak menjadi kesalahan dalam mengubah bilangan postulatnya.

Postulat 2

" Setiap boleh cerap akan diwakili dengan operator "


Contoh - contoh operator:

Kedudukan = X

Momentum = -ih_Bar d/dx

Hamiltonan = -(h_Bar)^2 / 2m d^2/dx^2 + V(x)

Energy = ih_Bar d/dt


Penjelasan

Seperti yang kita sedia maklum daripada Postulat 1 bahawa sistem zarah yang mengandungi maklumat "masa" dan "ruang" akan diwakili dengan fungsi gelombang selengkap yang mungkin.

Tapi, persoalan. Bagaimanakah kita ingin mencerap parameter fizikal sistem zarah tersebut?

Maka "boleh cerap" atau "observable" tersebut diwakili dalam bentuk operator yang dibina.

Pengetahuan "operator" adalah merupakan daripada matematik, yang operator tersebut mesti mematuhi axiom dibawah:

Jika D dan Eadalah operator, dan f(x) dan g(x) adalah fungsi atau ruang vektor dan k adalah pemalar maka,

1) D[kf(x)] = k [Df(x)]
2) D [f(x) + g(x)] = D[f(x)] + D[g(x)]

3) [D + E]f(x) = D[f(x)] + E[g(x)]
4) [DE]f(X) = D[Ef(x)]


Namun, untuk pengetahuan pembaca semua operator-operator yang digunakan dalam mekanik kuantum adalah mematuhi axiom-axiom di atas, jadi tak perlu bimbang sekadar gunapakai sahaja. Penulisan ini bertujuan memberikan pendedahan bagaimana operator dibina dan dipatuhi secara matematik.

Contoh penggunaan:

Jika fungsi gelombang zarah bebas adalah seperti berikut,

Psi(x) = A exp[-i/h_Bar(p.x)]

Jika kita mahu untuk mencerap "momentum", kita menggunakan Operator sebagai pemboleh cerap kita sekarang.

Secara matematiknya,

P . Psi(x) = -ih_Bar d/dx[A exp[-i/h_Bar(p.x)]]

= p . A exp[-i/h_Bar(p.x)] = p . Psi(x)

Maka pengukuran yang diperolehi dalam mecerap momentum adalah bernilai "p"

Sebelum diakhiri, semua nilai daripada pengukuran sistem mekanik adalah bernilai nyata dan hal ini akan kita bincangkan dalam postulat seterusnya, semoga Allah mempermudahkan kita nanti.


"SELAMAT MENGUSAP MINYAK CAP KAPAK"

(^_^)

Jazakallah khairan katsirah

Isnin, 2 Ogos 2010

Fizik Teori di Malaysia

...........


Fizik Teori ialah salah satu cabang bidang fizik yang menggunakan matematik model dan keabstrakan konsep fizik dalam memerihalkan fenomena tabii. Ini bermaksud ia menggunakan matematik fizik seperti aljabar dan kalkulus sebagai peralatan untuk mengkaji fenomena asas alam tabii tanpa mencabul sebarang konsep dan hukum fizik yang telah dipatuhi. Penyelidikan fizik teori hanya menjurus kepada konsep asas pembinaan fizik tersebut melalui pen dan kertas, mungkin juga papan putih untuk melihat dari gambaran besar, ianya tidaklah seperti kajian fizik eksperimen yang memerlukan peralatan dan instrumentasi yang sangat tinggi kosnya untuk membelinya. Antara bidang penyelidikan dalam fizik teori secara amnya adalah seperti fizik kuantum, kuantum informatif, fizik zarah, fizik tenaga tinggi, teori medan kuantum, mekanik kuantum, masalah jasad banyak (kimia kuantum), kekalutan dan pencacai, teori kenisbian am, kosmologi dan fizik kondensasi.

Instrumen atau metod kajian yang diperlukan oleh fizik teori, adalah imaginasi atau kalau di Jerman ia biasa dikenali sebagai “Gendaken thought”, yang mana ia boleh dilakukan melalui gaya berminaginasi sesuatu fenomena fizik dan memperihalkannya tanpa mengetepikan konsep fizik asas yang lain. Sebagai contoh, Albert Einstein telah cuba merealisasikan Teori Kenisbian Khasnya pada rangka gerakan pecutan, dengan membayangkan pencerap didalam sebuah lif yang tertutup berada dibumi secara statik dengan pencerap yang bergerak dengan pecutan 9.81m/s2 secara menegak dan fenomena ini adalah setara meskipun berbeza rangka dinamiknya, ini dikenali sebagai Prinsip Kesetaraan dan juga telah merintis kepada pembinaan Teori Kenisbian Am melalui Prinsip Kesetaraan tersebut.

Seperti yang kita sedia maklum pada perenggan sebelum ini, iaitu penyelidikan fizik teori adalah sekadar memerlukan buku rujukan asas, pen, kertas dan kemahiran berfikir yang baik iaitu kemahiran berimaginasi salah satunya dan cukup murah pembiayaan akan penyelidikannya. Makalah ini adalah bertujuan untuk member sedikit gambaran mengenai halatuju penyelidikan fizik teori di Malaysia, berserta isu dan cabarannya berdasarkan pengalaman, pencerapan dan pembacaan penulis mengenainya. Sebelum kita membincangkan dengan lebih terperinci, adalah wajar untuk penulis memetik sedikit kandungan daripada ucaptama Prof Chia Swee Ping (Presiden Institut Fizik Malaysia) ketika Expoxitory Quantum Lecture Series 4 di UPM, beliau berucap bahawa di negara barat, bidang fizik teorilah yang mendahului dan menjadi peneraju kepada penyelidikan fizik kemudian disusuli dengan pengesahan melalui ujikaji, tetapi fenomena itu adalah sebaliknya di Malaysia, iaitu fizik eksperimen terkehadapan mendahului berbanding kajian fizik teori, kata beliau dengan penuh sinis. Nah, itulah fenomena penyelidikan fizik di Malaysia hari ini.

Jika dilihat budaya penyelidikan di universiti, iaitu peringkat Projek Tahun Akhir Sarjanamuda, pelajar-pelajar didedahkan dengan penyelidikan-penyelidikan bidang fizik gunaan, yang hanya sekadar memenuhi syarat-syarat untuk bergraduan. Tambahan pula, penyelidikan-penyelidikannya adalah seperti kajian yang sekadar naiktaraf daripada silibus amali dalam kursus, tiada budaya menyelesaikan masalah, hanya memperolehi produk dan tiada sikap ingin tahu diterapkan dalam penyelidikan, apa yang perlu adalah “dapatkan data” dan “bentang”. Jika ditanya; Kenapa digunakan kaedah tersebut? atau Apakah yang menyebabkan keputusan kamu jadi begitu?, pelajar tersebut tidak dapat menjawabnya. Ini kerana berkemungkinan pelajar tersebut lemah dalam pengetahuan asas fizik, atau pelajar tersebut tidak dapat menghubungkaitkan hasil dapatan kajiannya dengan konsep asas fizik atau pelajar tersebut melakukan apa yang disuruh oleh pensyarahnya sahaja (ini pernah berlaku).


Manakala di peringkat sarjana dan doktorat pula, jarang kedengaran pentelaahan dalam bidang fizik teori dilakukan, malahan jika diperhatikan dalam Jurnal Fizik Malaysia pun agak sedikit bilangannya makalah-makalah dalam bidang fizik teori diutarakan, jika adapun penyelidik yang sama juga. Agak kasar penulis untuk katakan bahawa kebanyakan pelajar PhD adalah dipergunakan untuk merebut peluang kenaikan pangkat ke jawatan yang lebih tinggi dan inilah situasi atau realiti yang sebenarnya berlaku di kalangan ahli akademik di Malaysia, kerana memiliki pelajar PhD adalah syarat-syarat untuk kenaikan pangkat (terutamanya jawatan Profesor Madya dan Profesor) dan juga menjadi salah satu perkara yang memenuhi keperluan KPI akademik. Situasi seterusnya sering juga berlaku, iaitu pensyarah memohon geran penyelidikan dan kemudiannya menawarkan gaji GRA kepada pelajar-pelajar PhD atau Sarjana di bawah seliaan beliau, kemudian membiarkan pelajar tersebut menjalankan kajian dan eksperimen tanpa penyeliaan yang professional bermaksud member layanan seperti “buruh” kerana pada pandangan penyelia, pelajar tersebut telah pun digajikan. Maka tak berlakulah hubungan pelajar-penyelia, tetapi “buruh-majikan”, apa yang dikejar adalah “paper”.

Jika disemak semula kursus-kursus fizik di IPT, ia kelihatan agak kurang memberi penekanan kepada kursus-kursus fizik tulen dalam silibus ijazah sarjanamuda fizik, seperti mekanik kuantum lanjutan, fizik matematik, mekanik klasik, mekanik statistik, teori medan kuantum dan teori kerelatifan dan dari perspektif pelajar, kursus tersebut adalah boleh diklasifikasikan sebagai kursus menjatuh gred akademik mereka atau dengan nama popularnya “killer subject”. Ditambahkan lagi dengan pensyarah yang mengajar kursus tersebut bukanlah pakar dalam bidang tersebut, tapi sekadar “bidan terjun” inilah yang dialami oleh penulis ketika belajar dahulu. Kenyataan tersebut, tidaklah menjadi kesimpulan secara keseluruhan kepada university-universiti di Malaysia, Cuma sekadar pencerapan terhad dan pengalaman cetek penulis sahaja.

Bidang penyelidikan di Malaysia juga dipengaruhi oleh udara politik negara. Ia bergantung kepada hasrat kerajaan untuk meneraju negara, sudah tentulah hasrat Menteri. Jika sebelum ini hasrat kerajaan adalah untuk memenuhi permintaan makanan penduduk Malaysia yang terpaksa diimpot makanan daripada luar negara dengan jumlah yang mencecah billion ringgit, maka dasar kerajaan telah memperuntukan dana-dana untuk penyelidikan mengenai agrikultur dan bioteknologi bagi mengurangkan jumlah kewangan impot makanan tersebut, oleh itu bagi penyelidik yang menyediakan proposal atau kertas cadangan untuk memperuntukkan jumlah dana penyelidikan dalam bidang tersebut, akan diluluskan. Hal ini juga berlaku pada zaman pemerintahan Tun Dr Mahathir, yang mana kerajaan mensasarkan industri perkilangan sebagai sektor utama kepada pertumbuhan dana ekonomi negara, maka nanoteknologi yang menjadi subjek utama dalam penyelidikan, oleh itu banyak dana IRPA diluluskan atas nama penyelidikan nanoteknologi dengan jumlah dana yang sangat banyak, malahan melebihi 10juta ringgit Malaysia.

Jika dilihat kepada aspek dana penyelidikan di universiti, ia mensasarkan setiap penyelidikan harus menghasilkan produk apa akhiran kajian, lebih baik produk tersebut adalah produk yang boleh dipegang dan boleh digunapakai, kerana universiti akan mendapat nama jika produk tersebut memenangi pingat-pingat di pameran inovasi nanti. Pada pandangan penulis tidak mengapalah, sekurang-kurangnya berlaku jugalah proses-proses penyelidikan di university, tetapi penulis ingin membawa pembaca kepada pengalaman pertama penulis untuk memohon geran penyelidikan. Ketika penulis memohon geran, penulis mensasarkan jumlah RM100 untuk pembiayaan penyelidikan dalam bidang fizik teori penulis. Apabila dimajukan permohonan tersebut, borang tersebut ditertawakan oleh pembantu tadbir di pejabat tersebut, kerana pada pandangan penulis cukuplah bahawa peralatan penulis sememangnya dibekal oleh pihak fakulti, manakala makalah-makalah fizik pula boleh didapatkan daripada Sciencedirect dan Arxiv dan pembelanjaan ke persidangan diperuntukkan oleh pihak universiti sebanyak RM10,000 setiap seorang per tahun. Itulah pengalaman penulis dan itu jugalah yang berlaku iaitu penyelidikan bidang fizik teori dipandang sipi sama ada di peringkat universiti ataupun kebangsaan. Penulis pernah melihat maklumat pernyelidik-penyelidik Malaysia melalui laman portal Science Fund (MOSTI), kebanyakan daripada mereka adalah daripada kalangan penyelidik eksperimen dan geran-geran penyelidikan yang telah diluluskan adalah penyelidikan eksperimen dan berinstrumen.

Realiti tempat kerja di IPTA juga menjadi salah satu dilema kepada penyelidik atau pensyarah yang memerlukan masa terluang untuk berfikir dan menyemak makalah-makalah fizik, itu telah pun dicuri oleh rutin-rutin yang tiada nilai-nilai akademik, antaranya ialah menghadiri mesyuarat fakulti, melakukan urusan-urusan pentadbiran dan membuat fail meja atau fail pengajaran dan pembelajaran kualiti ISO. Kerja-kerja tersebutlah yang menodai kemahiran berfikir penyelidik dan juga masa terluang mereka. Kajian fizik teori adalah salah satu kajian sepanjang masa tidak terhad kepada masa atau ruang, kerana proses berfikirnya adalah berterusan, iaitu masa untuk mengenalpasti masalah yang difikirkan dan cuba untuk menyelesaikannya. Kekadang penyelesaian masalahnya tidak berlaku ketika masa pejabat atau masa bekerja formal, tetapi ia juga sering berlaku pada masa tidak formal seperti ketika menunggang basikal untuk bersiar-siar, ketika mengenaikan tali leher di baju atau ketika sebelum masuk tidur dan keadaan ini juga telah terjadi kepada Einstein. Berbeza dengan fizik ujikaji, mereka memiliki sedikit idea dan menggajikan pembantu penyelidiknya untuk menjalankan ujikajinya sama ada menyediakan sampelnya atau mengukur sifat fizik sampel tersebut, maka tak hairanlah mereka mempunyai banyak masa untuk menghadiri mesyuarat eksekutif dan kebanyakan daripada mereka mendominasi jawatan profesor dan jawatan tertinggi universiti.

Sebelum ini, penulis pernah menghadiri satu lawatan rasmi ke sebuah universiti, penulis bertemu dengan seorang professor dan beliau bertanyakan mengenai sama ada university penulis mempunyai ketuhar suhu tinggi atau tidak, kerana beliau memaklumkan bahawa fizik eksperimen umpama seperti “Chef”, kita masukkan perencah dan kandungannya dan kemudian kita rasai makanan tersebut, seterusnya kita tukarkan pula perencah dan kandungannya. Begitulah analoginya yang diberikan, kita sekadar mengubah parameter atau mengubah peratusan kandungan dalam sampel tersebut dan kemudiannya sampel itu kita cerap atau ukur sifat fiziknya, makalah dapatlah satu makalah akademik. Sebagai contoh, kita menyediakan sampel semikonduktor aloi InGaAs (indium-galium-arsenida) melalui Metalorganic vapour phase epitaxy (MOVPE) dengan nisbah seperti berikut In0.25Ga0.75As, kemudian kita cerap sifat elektroniknya dengan X-ray photoelektrik spectroscopy (XPS), maka daripada prosedur itu dapatlah ditulis satu makalah untuk nilai nisbah atom-atom tersebut. Setelah selesai itu, kita tukarkan pula nisbah atom tersebut kepada In0.75Ga0.25As dan kita lakukan rutin yang sama dan urusan tersebut dijalankan oleh GRA (graduted research assistant) atau RA (research assistant) ketua penyelidikan atau pemilik geran penyelidikan tersebut.


Jika dibandingkan dengan kajian fizik teori, ianya adalah sebaliknya, yang mana ia lebih memberikan penekanan kepada konsep asas fizik tersebut dan selidiki melalui pengiraan bermatematik dengan pemahaman konsep yang mendalam, malahan menilai konsep asas fizik tersebut (aras tertinggi taksonomi bloom, iaitu “Penilaian”). Model demi model matematik diperketengahkan untuk menyelesaikan masalah fizik yang difikirkan tanpa menafikan konsep fizik lain yang diterima (kekadang konsep fizik tersebut boleh juga ditambahbaik atau diperbaiki). Lembaran demi lembaran kertas dicontengnya, papan putih dilakari dengan symbol-simbol Yunani yang tidak difahami. Jika dilihat secara amnya, penyelidikannya adalah sangat sukar, tak hairanlah jika dihimbau sejarah peribadi ahli fizik teori, mereka memiliki perwatakan yang sangat pelik dan yang paling ketaranya, ialah mereka adalah seorang yang tidak formal dan sukar bergaul atau bersosial mesra dengan orang awam. Tetapi yang perlu dikagumi pada mereka adalah mereka bersungguh-sungguh dan ikhlas pada ilmu dan kebenaran, kedudukan, pangkat dan harta tidaklah menjadi sandaran bagi mereka untuk terus menyelidik.

Aspek penghasilan makalah tidaklah semudah kajian fizik eksperimen, kebanyakan makalah fizik teori banyak yang ditolak dalam jurnal-jurnal fizik berimpak tinggi, jika dilihat dalam laman sesawang arxiv.org (menghimpun makalah sains), didapati terdapat sebilangan besar makalah-makalah fizik teorinya tiada nama rujukan jurnalnya, ini menunjukkan bahawa makalah tersebut telah ditolak daripada jurnal fizik teori, oleh hal yang demikian penyelidik tersebut mengambil inisiatif untuk menerbitkannya juga dalam laman web tersebut. Makalah fizik Peter Higgs juga pernah ditolak, makalah tersebut adalah mengenai penemuan secara teori iaitu zarah yang bertanggungjawab ke atas konsep jisim bagi zarah asas melalui pencabulan simetri U(1) setempat berspontan dengan gandingan tolok electromagnet, makalah mengenai zarah tersebut ditolak daripada jurnal fizik, walhal penemuan zarah tersebut yang telah menjadi inspirasi kepada masyarakat fizik sekarang dalam menyertai program Large Hadron Collider (LHC), terutamanya dikalangan ahli fizik eksperimen.

Perkembangan semasa fizik teori tidaklah dibincangkan atau disiarkan secara umum di Malaysia melalui persidangan-persidangan atau seminar-seminar atau makalah arus perdana, apatah lagi perbincanga secara teknikal. Jika dilihat daripada penyelidikan di negara Barat terutamanya, mereka telah lama membincangkan masalah zarah Higgs, manakala di Malaysia baru sedang menghantar pelajar-pelajarnya ke Summer School CERN. Jika dinegara Barat, ahli fizik teori yang disegani, manakala di Malaysia adalah sangat berbeza, bukan setakat ahli fizik teori, malahan ahli fizik eksperimen pun dipandang sipi oleh golongan profesional. Komuniti yang disegani pada mereka adalah ahli politik, tidak kiralah apa pun partinya atau apapun latarbelakangnya.

Melalui pengalaman penulis, kesusutan bilangan dan kekangan ahli fizik teori turut dipengaruhi dengan system pendidikan negara, ini dapat dilihat dengan penilaiannya berdasarkan kepada peperiksaan, yang menyekatkan kebebasan pelajar untuk berfikir diluar kotak fikiran dan menimbulkan minat atau kesungguhan kepada sesuatu ilmu, kerana semua pelajarannya yang disuapkan kepada pelajar-pelajar mestilah merangkumi silibus-silibus Kementerian Pelajaran Malaysia. Budaya galakan dirumah juga mempengaruhi tumbesaran pemikiran kanak-kanak, yang mana anak-anak kecil tidak didedahkan dengan sikap ingin tahu, atau kemahiran berimaginasi, atau menjalankan penyelidikan sains yang ringkas, atau mendedahkan mereka tentang objek-objek samawi di angkasa, atau diceritakan kepada mereka cerita-cerita yang boleh menarik minat mereka mengenai dunia sains dan penyelidikan. Albert Einstein pernah dihadiahkan Kompas ketika umur tiga tahun dan mencetuskan sikap ingin tahu “kenapa jarum kompas selalu menunjuk arah ke utara?”, Richard Feynmann pula dihadihkan radio dan daripada itu, beliau berupaya memperbaiki radioya sendiri dan kedua-duanya adalah berbangsa Yahudi, penulis tinggalkan pembaca dengan latarbelakang kedua-dua orang personaliti tersebut. Apa yang jelas dalam masyarakat kita, ialah setiap kali anak-anak balik sekolah perkara pertama yang ditanya adalah “Cikgu ada beri kerja sekolah tak? Kalau ada, buat sekarang!”, kemahiran anak-anak berada di dalam ruang lingkup kerja sekolah tersebut, tidak pernah didedahkan kepada anak-anak dengan pertanyaan “Kenapa dan Mengapa”. Cita-cita pertama yang diterapkan juga oleh ibu-bapa dan guru di sekolah adalah doktor, jurutera, guru atau akauntan, tak pernah kedengaran cita-cita mereka adalah ahli fizik atau ahli matematik atau ahli pemikir. Mungkin budaya kita berbeza dengan budaya ketika zaman kanak-kanak Gerard ‘t Hooft, iaitu seorang ahli fizik yang memenangi Hadiah Nobel dalam Fizik pada tahun 1999 yang mana ketika itu beliau telah ditanyakan mengenai cita-cita beliau apabila dewasa kelak, beliau menjawab, beliau mahu menjadi seorang yang “Tahu segala perkara”.

Ahli fizik teori di Malaysia semakin hari semakin menyusut, hal ini turut diakui oleh Prof Shaharir Md Zain, melalui perbualan ringkas dengan beliau di UMT. Beliau mengeluh dengan kesusutan ahli fizik teori jika dibanding pada awal 70an, itupun ketika itu bilangan ahli fizik teori boleh dikira dengan jari, sekarang ini tak pastilah pula bilangannya, katanya sambil ketawa terbahak-bahak. Menjadi ahli fizik teori tidaklah mendamba kekayaan, cukuplah sekadar memenuhi kepuasan untuk mengetahui sesuatu yang sedikit tentang aturan alam. Bak kata Prof Freddy Permana Zen, (seorang ahli fizik teori Institut Teknologi Bandung, Indonesia dalam bidang Adisimetri dan Graviti Newtonian Terubahsuai) iaitu “Menjadikan bidang ini, bukanlah untuk kaya”. Penulis agak tertarik dengan kenyataan Prof Madya Ithnin dari UM iaitu “Orang yang mengkaji Teori Aditetali (merujuk kepada beliau dan saudara Anuar Alias) telah memenuhi fardhu kifayah untuk negara Islam, kerana teori tersebut telah didominasi oleh orang bukan Islam”

Wahai generasi baru, mulakanlah langkah kita semua untuk mendominasi bidang fizik teori meskipun kita telah ketinggalan daripada negara sedang membangun, malulah kita kepada negara Thailand dan Indonesia, apatah lagi jika dibandingkan dengan negara Singapura, negara yang sudah membangun dalam bidang tersebut. Sebagai permulaan untuk mengorak langkahnya, maka adalah perlu kita semaikan kehidupan harian kita dengan perbincangan-perbincangan ilmiah di setiap masa meskipun dikala waktu makan tengahari. Kedua, jadilah seorang yang relevan, setiap perkara yang dibawakan atau yang didengar adalah fakta dan bukti begitu juga dalam berhujah. Ketiga, pupuklah sikap ingin tahu dan keghairahan untuk meneroka pengetahuan tentang alam tabii. Keempat, perkemaskanlah kemahiran dan pengetahuan matematik. Kelima, mendominasi setiap sektor professional dan penyelidikan. Keenam, ciptakan suasana ilmiah dirumah bersama keluarga, mungkin anak-anak itu berkemungkinan menjadi generasi penggerak kepada dunia penyelidikan, terutamanya bidang fizik teori.

Kesimpulannya disini bahawa halatuju fizik teori di Malaysia adalah negatif, memandangkan data dan pencerapan tak rasmi penulis adalah kabur untuk menyatakan bilangannya, ini menunjukkan bidang fizik teori adalah tenat. Manakala cabaran bagi perkembangan bidang fizik teori sudahpun bermula daripada pendidikan awal dirumah, seterusnya ke persekolahan, membawa kepada pendidikan di peringkat universiti dan kebangsaan, malahan ke peringkat dasar kerajaan dan menbantutkan usaha-usaha dan kesungguhan pentelahaan bidang fizik teori dilakukan, begitu jugalah isu-isunya yang telah dibincangkan.

Wallahu'alam